Poltekkes-Padang
Pimpinan Poltekkes
Agenda
25 March 2019
M
S
S
R
K
J
S
24
25
26
27
28
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Jajak Pendapat
Menurut Saudara Apa Penyebab Utama Dari Demam Berdarah?
Pola Hidup Tidak Sehat
Lingkungan Kumuh
  Lihat
Statistik

Total Hits : 133758
Pengunjung : 37432
Hari ini : 7
Hits hari ini : 70

ARTIKEL PEMBUDIDAYAAN BIBIT ANTI KORUPSI

Tanggal : 23-09-2016 07:54, dibaca 544 kali.

PEMBUDIDAYAAN BIBIT ANTI KORUPSI

Oleh : Azwar Hasan, S.Sos.,M.M.Kes.

(Dosen :Poltekkes Kemenkes RI Padang)

 










 I.  PENDAHULUAN

     Sebuah gerakan yang terus didengungkan bahkan terpampang di spanduk- spanduk Brantas Korupsi dengan tujuan     agar terciptanya prinsip clean and good governance, namun sekarang ini korupsi telah menjadi gurita dalam negara kita seperti kasus-kasus korupsi yang terjadi di lembaga-lembaga dan departemen (kasus hambalang di kementerian mempora, kasus suap kuota impor daging sapi di kementerian pertanian dan banyak kasus-kasus suap lainnya).

     Sumber Korupsi berasal dari kebohongan, akibatnya semuanya itu akan dapat meragukan masyarakat banyak,  jalan mana yang akan ditempuh, karena rambu-rambu jalan tersebut telah banyak diterobos terutama orang-orang yang mempunyai kekuasaan, sehingga berpeluang terhadap yang lain.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga tinggi Negara telah menyatakan korupsi patut dinyatakan sebagai kejehatan luar biasa sehingga memerlukan penanganan khusus dalam hal pencegahan serta penindakannya dan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan juga telah mensosialisasikan Kebijakan Nasional tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi dalam Kurikulum dan Modul Pelatihan TOT Tenaga Kependidikan tentang Pendidikan Budaya Antikorupsi.

      Berdasarkan hal tersebut pendidikan anak sebagai bibit tumbuh kembang penerus bangsa dapat dilakukan melalui pembelajaran yang berkaitan dalam membentuk pribadi anak yang berkaitan dengan anti korupsi, dengan menerapkan metode dengan inti tak ada kebohongan dalam diri anak.

 II.  PEMBAHASAN

       Menurut Kemendikbud RI, 2011). Arti kata dari korupsi secara harfiah adalah kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian. Masalah korupsi ini ditangani secara reprasif dengan menjerat kuruptor ke penjara, sementara upaya-upaya preventif melalui pendidikan belum maksimal.

         Dari factor tersebut perlu diambil langkah memberikan pendidikan anti korupsi sedini mungkin misalnya melalui jalur  seperti PAUD, TK dan pendidikan dalam keluarga dan jalur-jalur sekolah lain. Adapun tujuannya :

  1. Memberikan pemahaman secara komprehensif akibat korupsi
  2. Upaya pencegahan preventif
  3. Memiliki sifat jujur
  4. Akhlak nyata dalam kehidupan sehari-  hari

          Metode pembelajaran dapat bermacam cara dilakukan untuk melihat kejujuran seorang anak dengan pola bermain contoh sebagai berikut : Guru akan membagikan permen kepada 25 orang anak melalui salah seorang anak yang ditujuk guru untuk mebagikannya, dengan masing-masing anak dapat permen 1(satu) buah. Guru memberikan 26 buah permen kepada anak yang akan membagikan permen tersebut. Nah disini guru akan dapat melihat kejujuran dari anak yang membagikan permen tersebut. Apa bila sisa permen 1(satu) buah dikembalikan kepada guru, maka anak tersebut telah melakukan sebuah kejujuran, dan sebaliknya telah tetanam sebuah kebohongan si anak, bila sisa permen itu tidak dikembalikan kepada guru.

 Nah inti dari terhadap melakukan korupsi adalah : KEBOHONGAN

          Dari metode salah satu pembelajaran tersebut diatas, seorang guru lebih dapat lagi membangun krakter anti korupsi pada anak pra usia sekolah dengan pengembangan nilai-nilai agama dan moral seperti :

 "Anak diajarkan tidak boleh berlaku jahat atau berbohong, karena keburukan dari kejahatan tersebut akan dikebalikan kepada kita. Diberikan contoh apabila kita mengambil 1 batang pensil teman tampa seizinnya, maka pasti kita akan mendapat kerugian yang lain, bahkan kerugian itu bisa saja lebih besar dari harga 1 batang pensil yang kita ambil. Misalnya : ayah sakit, ibu sakit, adik sakit, kakak tabrakan dijalan yang memerlukan biayanya lebih besar. Untuk itu kita selalu berbuat baik dengan sesama yang berarti juga kita telah berbuat baik kepada diri kita sendiri  (tafsir QS.Al-Isra’A7)"

 Dalam pembelajaran lain, guru dapat juga menanamkan akhlak moral sebagai berikut :

  1. Anak diajar berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan sesuai keyakinan
  2. Berbuat baik terhadap semua mahluk Tuhan
  3. Menyebutkan suatu perbuatan yang benar dan yang salah
  4. Anak diajarkan untuk bersikap adil dalam membela teman
  5. Melakukan perbuatan yang baik pada saat bermain
  6. Selalu mengucapkan terimakasih jika memperolah sesuatu
  7. Berprilaku hidup hemat (mis. Pemakaian listrik, air dll)
  8. Tidak minta imbalan atau hadiah apabila disuruh

Pendidikan anti korupsi juga dapat diberikan orang tua dirumah kepada anak pra usia sekolah melalui pembelajaran sebagai berikut :

  1. Tidak selalu memberi anak imbalan hadiah, apa bila anak selalu diberi imbalan untuk melakukan sesuatu pekerjaan, berarti kita tidak melatih anak berdisiplin, tapi berilah imbalan hadiah yang bersifat pujian moral, atau kalimat dorongan, misalnya ucapan terimakasih, sangat bagus, pintar.
  2. Tidak memberikan hukuman yang melebihi dosis senhingga menyebabkan racun bagi anak. Tetapi memberikan hukuman yang dapat menjadi obat bagi anak. Fungsi hukuman mempunyai peran yang sangat penting dalam pendidikan anak yaitu : menghilangkan pengulangan suatu tindakan yang tidak diinginkan, mendidik anak supaya lebih mengerti peraturan apabila dia berbuat kesalahan maka mendapatkan hukuman dan tidak apabila dia tidak berbuat kesalahan, supaya anak merasa terdorong atau termotivasi lagi agar tidak melakukan kesalahan lagi.
  3. Orang tua memberi contoh atau teladan yang baik pada anak, contoh jika ada tamu yang tidak diharapkan, maka jangan mengatakan kepada sianak ; beritahu bahwa ibu/ayah sedang tidak ada

Pembelajaran tersebut jika diterapkan untuk anak dengan baik dan tepat maka akan timbullah bibit – bibit pribadi anak dengan krakter yang baik, mudah-mudahan akan bermamfaat dalam mewujudkan krakter bangsa Indonesia yang anti korupsi.

Pepatah mengatakan, kecil terbiasa, besar terbawa-terbawa. Mengandung arti kalau dari kecil tidak dididik karakternya (mental dan moral) dengan baik, maka sampai besarpun ia menjadi anak yang tidak memiliki karakter yang baik. Sebaliknya anak dari kecil sudah dibina karakternya dengan baik maka sampai ia besar menjadi anak yang berkarakter baik.

 

Daftar Bacaan

1. PPSDM, 2014.  TOT Tenaga Kependidikan Tentang Pendidikan Budaya Anti Korupsi

2. Kabid. Diklat Pusdiknakes, Kebijakan Kemenkes RI Dalam Pendidikan dan Budaya Antikorupsi

 

 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Ruwaida -  [druweda@gmail.com]  Tanggal : 25/10/2017
Tq artikelnya, memamng sejak kecil harus dibina kecucuran anak

Pengirim : jadwalid -  [as@taga.com]  Tanggal : 29/08/2017
wow....terima kasih http://jadwal21.id <a href="http://jadwal21.id">bioskop 21</a>

Pengirim : Arif Hidayat -  [arif@gmail.com]  Tanggal : 19/09/2016
Memang kalau sudah jadi betung sulit membentuknya, semoga korupsi di Indonesia bisa teratasi demi kemajuan Bangsa.Oce...


   Kembali ke Atas